Keuangan.co

Pimpinan Redaksi Keuangan.co.

Megel Jekson

Menghitung Peluang Pejabat Internal di Seleksi Anggota BPK

Penulis: Megel Jekson
16 Juli 2019

Pemilihan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah memasuki tahap baru. Dari 64 nama yang beredar di awal pendaftaran, jumlahnya kini mengerucut menjadi 32 nama yang lolos seleksi administrasi. Selain politisi dan pengusaha, sejumlah nama pejabat internal BPK pun akhirnya berhasil  masuk ke dalam daftar kandidat di sana.

Namun demikian, keberhasilan sementara itu tak membuat salah satu dari 5 kursi Anggota BPK yang tersedia akan mulus menjadi milik pejabat internal. Pasalnya di tengah mekanisme pemilihan yang ‘tertutup’ dan rumor yang tak mengenakkan soal duit, tidak ada yang bisa menjamin kursi itu bakal menjadi milik pejabat dan pegawai internal BPK. Semua bergantung pada dinamika pemilihan anggota Dewan yang terhormat.

Padahal secara etis, kursi Anggota BPK seharusnya ada yang menjadi milik pejabat-pegawai BPK. Alasannya sederhana, mereka yang memahami secara kultural proses dan cara kerja pegawai di badan audit negara ini. Mereka pula yang akan mempertahankan kepentingan korps pegawai BPK agar tidak mudah diintervensi oleh kepentingan apapun.

Saat mewawancarai salah satu Anggota BPK petahana, dukungan objektif memang sempat mencuat. Yang bersangkutan beralasan keberadaan pejabat internal dalam komposisi Anggota BPK akan memudahkan langkah koordinasi. Hal ini tentunya akan membuat kinerja pemeriksaan keuangan negara ke depan menjadi lebih baik.   

Dus, dari rumor yang beredar, formasi ideal kursi 5 Anggota BPK nantinya akan menjadi milik petahana, kelompok oposisi, profesional dan pejabat internal. Dua petahana yang bertarung diisukan akan tetap mempertahankan kursi yang dimilikinya, sementara 3 kursi yang tersisa akan menjadi milik kelompok oposisi (pemerintahan), profesional dan pejabat internal.

Sayangnya, dalam rumor tersebut, peluang pejabat internal tetap saja berada dalam urutan paling terbelakang. Belum ada narasi yang muncul yang mendorong kesempatan pejabat internal BPK terpilih, terbuka lebar. Dengan begitu, praktis tak ada urgensi yang membuat posisi pejabat internal BPK harus diperhitungkan dan dipertahankan.  

Di tengah dominannya nama politisi beken di 32 calon Anggota BPK, tanpa dukungan publik, sulit rasanya membayangkan 1 kursi Anggota BPK tersebut bakal menjadi milik pejabat internal. Sebab, seperti yang sudah-sudah, anggota Dewan di Senayan pasti akan lebih ‘senang’ memilih Anggota BPK yang berasal dari kalangan (teman-temannya) sendiri. Bahkan seringkali yang menjadi prioritas, Anggota BPK harus berasal dari partainya sendiri.      

Mungkin sudah waktunya publik menggalang dukungan lebih luas agar pejabat internal bisa menjadi ‘salah tiga’ Anggota BPK. Sebab Anggota BPK yang didominasi pejabat internal jauh lebih baik daripada yang didominasi politisi. 

Megel Jekson

Pendapat Pribadi

Masukkan kata kunci...

Social Links