Keuangan.co

Nasional / Seleksi Bpk / Detail Berita

Hari Terakhir, DPR Terus Dalami Kualitas Calon Anggota BPK Dari Visi dan Misinya

Penulis : Alief Nugraha
05 September 2019

Foto: Gedung DPR Dan MPR

Keuangan.co, Jakarta - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melanjutkan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk periode 2019-2024. 

Fit and proper test calon anggota BPK ini akan berakhir hingga hari ini, Kamis (5/9). Delapan calon anggota yang dijadwalkan siap menjalani fit and proper test meliputi Tito Sulistiyo, Indra Utama, Heru Kreshna Reza, Riza Suarga, Chandra Wijaya, Sahala B Pasaribu, Tjatur Sapto Edy, dan Ruslan Abdul Gani.

Dari 32 nama yang diseleksi, DPR akan mengumumkan lima nama pada 16 September 2019 mendatang.

Anggota Komisi XI DPR RI Didi Irawadi Syamsuddin menginginkan agar uji kelayakan dan kepatutan calon anggota BPK dapat menghasilkan kualitas anggota BPK yang lebih baik dari sebelumnya. Karenanya, ia mencermati setiap visi dan misi para calon yang dipaparkan selama beberapa hari terakhir ini.

“Kami tentunya ingin calon pimpinan BPK yang lebih dari yang lalu. Yang lalu sudah berusaha dan bekerja dan ada plus minusnya. Oleh karenanya saya ingin ke depan pimpinannya siap menghadapi berbagai persoalan dan tantangan ke depan,” ujar Didi saat uji kelayakan dan kepatutan calon anggota BPK, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (4/9).

Politisi Partai Demokrat ini memperdalam visi misi salah satu calon Anggota BPK I Gede Kastawa dengan memberikan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan keuangan yang dikaitkan dengan penerimaan negara. Ia menginginkan agar pengawasan yang dilakukan BPK dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan penerimaan negara.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa penerimaan negara di sektor sumber daya alam hingga hari ini masih belum optimal dan masih jauh dari harapan. Sektor perikanan adalah keunggulan komparatif bangsa Indonesia. Ada laut dan agraria, tapi di lautan banyak kebocoran. Kira-kira apa ide dalam meningkatkan penerimaan negara di sektor ini,” tanya Didi seperti dikutip dari laman resmi DPR RI.

#DPR #BPK
Masukkan kata kunci...

Social Links