Keuangan.co

Nasional / Seleksi Bpk / Detail Berita

Calon Anggota BPK Ini Ungkap Strategi Integrated Audit

Penulis : Ari Syaputra
05 September 2019

Foto: Calon Anggota BPK Bambang Pamungkas Saat Fit And Proper Test Di Ruang Rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (4/9).

Keuangan.co, Jakarta - Komisi XI DPR melanjutkan fit and proper test kepada Calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jakarta, Rabu (4/9). Salah satu kandidat yang hari ini diuji adalah Bambang Pamungkas yang merupakan dari unsur internal BPK.

Sebagai 'orang dalam', tentunya Bambang memiliki segudang pengalaman terkait pemeriksaan dan pengelolaan keuangan negara.

"Karena saya sekarang bekerja di BPK, saya memahami betul apa yang dibutuhkan oleh BPK dan saya memahami secara internal BPK dan pengawasan internal. Itulah kenapa saya ingin berkontribusi lebih di BPK," ungkap Bambang dihadapan Anggota Komisi XI.

Adapun judul makalah yang ia sampaikan tentang Sinergi Pemeriksaan BPK dan Pengawasan BPK melalui Peningkatan Kapasitas Pemeriksaan BPK melalui Strategi Integrated Audit. Menurutnya, peningkatan kapasitas pemeriksaan BPK dapat dijalankan dengan beberapa faktor pendorong.

"Yakni pemenuhan mandat konstitusional, tuntutan dan harapan publik, pemenuhan kebutuhan organisasi, dan kontribusi dalam pergaulan dunia," tuturnya.

Selain itu, ia juga menilai pemberian opini masih kurang memadai, jika pun ada pertimbangan-pertimbangan juga belum manfaat. Tak itu, pemberian keterangan dari para ahli juga belum matang.

"Maka dari itu, harus ada keterkaitan antara pemeriksaan dengan pemberian mandat," tegasnya.

Terkait integrasi metodologi, lanjutnya, saat ini masih banyak kritik. Sebab pemberian label opini WTP belum menjamin clean and clear. Maka dari itu, BPK tidak harus berhenti di pemeriksaan keuangan saja.

"BPK juga harus melakukan audit kinerja agar bisa bersinergi dengan pengelolaan yang clean and clear," kata Bambang.

Strategi selanjutnya yang dipaparkan adalah mengenai bagaimana mengatur sistem pemeriksaan. Beberapa sistem, menurut dia, belum dilakukan dengan optimal. Oleh karena itu, harus dioptimalkan dengan cara adanya sinergitas antara BPK, DPR, dan Pemerintah.

"Jika terpilih, dalam jangka pendek, saya menawarkan sinergi dengan DPR. Misalnya, bagaimana membangun model aplikasi yang terintegrasi dan dapat dilihat dari telpon genggam. Sehingga dapat digunakan oleh DPR yang bertugas sebagai fungsi pengawasan," ujarnya.

#BPK #DPR #Bambang
Masukkan kata kunci...

Social Links