Keuangan.co

Keuangan Negara / Makro / Detail Berita

Bagaimana Capaian RPJMN 2014-2019? Ini Kata Bappenas

Penulis : Abdulloh Hilmi
04 Oktober 2019

Foto: Menteri Perencanaan Dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro

Keuangan.co, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro memaparkan beberapa capaian pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. Hal ini ia sampaikan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (3/10) sore kemarin.

Di sektor pertumbuhan ekonomi, menurut Bambang, rata-rata pertumbuhan ekonomi selama 5 tahun ini di seputaran 5 persen, lebih rendah dibandingkan RPJMN 5 tahun sebelumnya yang rata-ratanya itu mendekati 5,5-6 persen. Namun demikian, ia mengingatkan ada unsur harga komoditas atau bumi harga komoditas di periode RPJMN 2010-2014 yang membuat perekonomian tumbuh tinggi.

Nah ketika Kabinet Kerja ini dimulai kita tahu bahwa booming harga komoditas itu sudah berakhir dan akibatnya kita tumbuh di seputaran 5 persen, yang muncul dianggap lebih rendah tetapi paling tidak ini termasuk yang relatif tinggi untuk ekonomi sebesar Indonesia. Di bawah negara seperti China dan India tapi di atas masih banyak negara lainnya,” kata Bambang.

Mantan Menteri Keuangan ini juga mengklaim bahwa tingkat inflasi salah satu capaian yang cukup berhasil. Sebab selama 5 tahun ini bisa dikatakan selalu pada kondisi di seputaran 3 sampai 4 persen.

“Jadi ini salah satu prestasi yang terbaik karena kita bisa menjaga stabilitas inflasi pada tingkat rendah yang berarti bisa memperkuat atau mempertahankan daya beli masyarakat,” ucap Guru Besar Universitas Indonesia ini.

Demikian juga tingkat kemiskinan, lanjut Bambang, yang berhasil diturunkan sampai single digit mulai tahun 2018, setelah sebelumnya selalu 2 digit dan bahkan agak jauh di atas 10 persen. Dan data terakhir menunjukkan tahun ini kemungkinan kita bisa menurunkan kembali tingkat kemiskinan ke seputaran 9,2 persen pada akhir tahun.

Hal serupa terjadi pada indeks pembangunan manusia (IPM). Bambang menyampaikan, sebelum 2016 itu di bawah 70 artinya Indonesia terkategori manusia yang menengah. Nah mulai tahun 2016 , menurut Kepala Bappenas, ketika IPM menyentuh angka 70, maka IPM sudah masuk kategori tinggi atau high human development index, dan perkiraan 2019 indeks pembangunan manusia bisa mencapai angka 72.

Karena tadi datanya belum bisa didapatkan untuk 2019, Bambang pun mengaku belum bisa membuat kesimpulan mengenai keseluruhan mengenai pencapaian RPJMN, meskipun secara makro.

“Secara implisit bisa saya sampaikan bahwa kalau dibandingkan antara yang tercapai dengan yang katakan sulit tercapai, karena data akhirnya masih belum ada paling tidak yang tercapai lebih besar daripada yang kategori sulit atau yang nantinya tidak tercapai,” jelas Bambang seraya menambahkan, angkanya saya belum bisa dikeluarkan karena masih banyak data 2019 yang belum dikeluarkan.

Dari pencapaian tersebut, sektor ekonomi yang paling berat karena pencapaiannya 50:50 antara tercapai dengan yang sulit tercapai. Salah satu yang tercapai sebut Bambang, misalkan terkait dengan inflasi, tingkat pengangguran terbuka, dan penyedia lapangan kerja. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi, tax ratio masih sulit tercapai karena yang di bawah sasaran atau target.

#RPJMN 2014-2019 #Bappenas #Kabinet Kerja
Masukkan kata kunci...

Social Links