Keuangan.co

Keuangan Negara / Audit / Detail Berita

Selain OJK, BPK Juga Ikut Periksa Laporan Keuangan Garuda Indonesia

Penulis : Abdulloh Hilmi
29 Juni 2019

Foto: Anggota III BPK, Achsanul Qosasi

Keuangan.co, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa laporan keuangan tahunan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tahun 2018 melanggar ketentuan. Hasil itu didapat setelah OJK melakukan pemeriksaan atas penyajian laporan keuangan emiten berkode GIAA per 31 Desember 2018. Hingga akhirnya, OJK bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan PT Bursa Efek Indonesia menjatuhi sanksi kepada perusahaan plat merah tersebut.

Namun, selain OJK, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga turut melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan garuda yang dinilai 'anomali'. Hingga saat ini BPK juga masih dalam proses pemeriksaan untuk hal yang sama.

"Rekomendasi BPK nanti akan sangat kuat, karena dilindungi UU. Siapapun yang tidak menjalankan rekomendasi BPK itu melanggar UU," kata Anggota III BPK, Achasanul Qosasi, seperti dikutip dari detikFinance, Jumat (28/6/2019).

Dia menjelaskan, pemeriksaan laporan keuangan Garuda Indonesia telah selesai dan disampaikan ke perusahaan. Saat ini, BPK sedang menunggu respons Garuda Indonesia. 

"BPK akan detail, karena merupakan hasil pemeriksaan dari semua pihak yang terlibat. Ini penting bagi perbaikan GA (Garuda Indonesia) di masa datang dan kepercayaan masyarakat kepada BUMN apalagi BUMN yang sudah go public," ungkapnya.

Dia bilang, produk BPK adalah Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang akan disampaikan ke Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Komisaris dan Direksi Garuda.

"LHP itu menyajikan detail transaksi baik legal maupun financial serta komunikasi aktif diantara KAP GA dan PT Mahata. Termasuk hasil BAP kita dengan mereka. Rekomendasi dan saran BPK akan tersaji jelas dalam LHP tersebut," tutupnya.

#Garuda Indonesia #bpk #ojk
Masukkan kata kunci...

Social Links