Daerah / Tanah Bumbu / Detail Berita

Pemkab Tanbu Usulkan Tiga Sekolah Calon Adiwiyata Nasional

Penulis : Ari Syaputra
16 Mei 2019

Foto: Kepala DLH Tanbu, Rahmat Prapto Udoyo Saat Talk Show Di Radio Swara Bersujud.

Keuangan.co, Batu Licin -  Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada tahun 2019 ini mengusulkan sebanyak 3 (Tiga) Sekolah Calon Adiwiyata Tingkat Nasional.

Tiga sekolah yang akan diusulkan tersebut yaitu SDN 1 Manunggal Kecamatan Karang Bintang, SMAN 1 Satui Kecamatan Satui, dan SMKN 2 Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat.

Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Selain itu, DLH juga mengusulkan sebanyak 2 (Dua) Sekolah calon Adiwiyata Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yaitu SMPN 1 Simpang Empat Kecamatan Simpang Empat, dan SDN 1 Sari Mulya Kecamatan Sungai Loban.

Rekomendasi

“Tahun 2019 ini, Pemkab Tanbu melalui DLH mengusulkan sebanyak 5 (Lima) Sekolah calon Adiwiyata Tingkat Provinsi dan Nasional,” sebut Kepala DLH Tanbu, Rahmat Prapto Udoyo, melalui Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Siti Fatimah, saat Talk Show di Radio Swara Bersujud, belum lama tadi.

Agar sekolah yang diusulkan tersebut berstatus Adiwiyata, kata Fatimah, Pemkab Tanbu dibawah koordinator DLH telah melaksanakan pembinaan dan penilaian terhadap dua sekolah yang dimaksud berdasarkan 4 komponen, 8 standar, dan 33 indikator adiwiyata yang sudah dipenuhi masing-masing sekolah melalui kegiatan presentasi aplikasi adiwiyata, sehingga bisa diusulkan menjadi calon sekolah adiwiyata tingkat Provinsi 2019.

“Sedangkan untuk calon sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional Tahun 2019 masih dalam penyiapan aplikasi Adiwiyata,” sebutnya.

Menurutnya, berdasarkan grade nilai untuk masuk kategori sekolah adiwiyata minimal atau lebih dari 64,00 sehingga bisa menjadi nominasi sekolah adiwiyata tingkat Provinsi Kalsel tahun 2019.

Sementara untuk calon sekolah adiwiyata tingkat nasional dengan grade nilai minimal 72,00.

Fatimah berharap semua sekolah yang diusulkan tersebut mampu bersaing dan mempertahankan nilainya saat presentasi aplikasi adiwiyata tingkat provinsi yang diperkirakan bulan Juni 2019. Sedangkan tingkat Nasional sekitar Juli 2019.

Menurut Fatimah, menjadi sekolah adiwiyata tidak mudah. Selain komitmen Kepala sekolah, kerjasama, dan inovasi sekolah, juga dilihat dari perubahan perilaku warga sekolah dalam memenuhi upaya pelestarian lingkungan hidup, pencegahan kerusakan lingkungan, dan pencegahan pencemaran minimal di lini sekolah dan sekitarnya.

Selain itu, juga memenuhi administrasi adiwiyata berupa dokumen yang termuat dalam aplikasi adiwiyata.

Penerapan perilaku ramah lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah, penanaman pohon/tanaman penghijauan, mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitarnya serta mencarikan solusinya dengan memecahkan isu sampah, energy, keanekaragaman hayati, air dan makanan atau dikenal dengan istilah sekam juga menjadi salah satu syarat yang dipenuhi untuk menjadi sekolah dengan status Adiwiyata.

Masukkan kata kunci...

Social Links