Keuangan.co

Ekonomi / Bisnis / Detail Berita

Mendag Sebut Indonesia Berpeluang Menjadi Penghasil CPO Terbesar Di Dunia

Penulis : Rojaul
06 Oktober 2019

Foto: Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita

Keuangan.co, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia Enggartiasto Lukita kepada wartawan di Jakarta mengatakan bahwa Indonesia berpeluang menjadi salah satu negara penghasil dan pengekspor minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia.

Menurut Enggar  hal itu dapat terwujud  jika  diimbangi  dengan penyediaan minyak goreng yang bermutu sebagai produk turunan CPO untuk memenuhi kebutuhan khususnya konsumsi dalam negeri. 

Maka dari itu kata Enggar pemerintah berencana akan mengeluarkan kebijakan terkait  konsumsi minyak goreng dalam kemasan.

“Pemenuhan kebutuhan ini diharapkan dapat menangkal kampanye negatif produk CPO Indonesia dan pada saat yang bersamaan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat akan produksi negeri sendiri," kata Enggartiasto Lukita dalam acara Launching Wajib Kemas Minyak Goreng Dalam Rangka Mendorong Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri di kawasan Sarinah, MH. Thamrin, Jakarta, Minggu (6/10/2019).

Enggartiasto mengharapka. bahwa produsen minyak goreng nasional dapat mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam penerapan kebijakan wajib kemas minyak goreng.

"Diharapkan konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat. Selain itu, dengan menggunakan minyak goreng kemasan dapat meningkatkan derajat dan martabat bangsa," katanya kepada wartawan di Jakarta.

Dalam kesempatan ini Enggar mengajak kepada seluruh konsumen Indonesia menggunakan minyak goreng kemasan hasil produksi dalam negeri yang lebih higienis dan sehat.

Kemendag dipastikan terus berupaya meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi. Salah satunya melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.

Kebijakan wajib kemas minyak goreng merupakan bagian dari program strategis pemerintah yaitu program peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Kebijakan ini untuk mendorong masyarakat agar mengonsumsi minyak goreng kemasan karena lebih terjamin mutu dan keamanannya.

Program ini telah dilakukan sejak 2014 melalui penerbitan kebijakan Minyak Goreng Kemasan yang mulai diberlakukan pada 1 April 2017.

Namun, implementasi kebijakan ditunda dikarenakan belum siapnya produsen minyak goreng untuk memperluas unit pengemasan dan menumbuhkan industripengemasan di daerah.

"Sejalan dengan penerapan SNI Wajib Minyak Goreng, kebijakan wajib kemas minyak goreng akan diberlakukan pada 1 Januari 2020 tanpa ada masa transisi. Untuk itu, seluruh pelaku usaha wajib menjual minyak goreng kepada konsumen dalam keadaan terkemas dan memenuhi ketentuan yang berlaku," pungkas Mendag Enggartiasto Lukita.

#Mendag # Minyak Cpo
Masukkan kata kunci...

Social Links