Keuangan.co

Ekonomi / Bisnis / Detail Berita

Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Rugikan Petani

Penulis : Rojaul
18 September 2019

Foto: Ilustrasi

Keuangan.co, Jakarta - Pemerintah berencana tarif cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok sebesar 23 persen dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen mulai 1 Januari 2020 nanti. DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai rencana itu akan "memukul" petani tembakau dan pekerja pabrik rokok.

Ketua DPP PKB bidang Ketenagakerjaan dan Migran Dita Indah Sari pun meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani agar mempertimbangkan keputusan itu secara matang-matang. 

"Ibu Sri, coba dipertimbangkan lagi. Ada 150 ribu buruh pabrik rokok, 90 ribu karyawan pabrikan, 1,6 juta petani cengkeh, 2,3 juta petani tembakau. Belum pedagang ecerannya 2,9 juta orang. Itu efek dominonya. Lagipula rata-rata pekerja pabrik tembakau adalah perempuan, usia tua dan low skill. Industri mana lagi yang mau terima mereka? Tidak ada," katanya kepada wartawan di Jakarta pada Selasa (17/9/2019). 

Pasalnya menurut dia, kenaikan cukai dan HJE sebesar itu akan membuat volume permintaan turun drastis. Akibatnya, pembelian tembakau petani oleh pabrik rokok akan menurun. Baik itu dari segi jumlah maupun besaran rupiahnya. 

"Lalu industri ini mati pelan-pelan dan orang kehilangan pekerjaan," imbuh Dita.

"Ini akan membunuh industri tembakau. Dan yang paling dulu kolaps adalah petani, pekerja rokok dan pabrik rokok kecil-menengah," lanjutnya.

lebih lanutb kata dia, PKB memahami kesulitan neraca penerimaan pemerintah. Selain kenaikan cukai, pemerintah juga ingin menggenjot PPN dari tembakau. Namun jangan dengan besaran yang membunuh industri. Sebab pada tahun 2012, ada sekitar 1000 pabrikan, sekarang tersisa 456 saja. 

"Kenaikan sebesar ini adalah zero-sum game bagi kita semua. Gak ada yang menang pada akhirnya. Semua kalah. Dan yang kalah duluan adalah yang kecil. Kenaikan di angka rata-rata 15% masih realistis. Tentu golongan Sigaret Kretek Tangan yang padat pekerja akan naik di bawah itu. Dan Sigaret Putih Mesin pasti di atas itu. Jadi cukai tetap naik, pemerintah dapat tambahan uang untuk menambal defisit, namun industri tidak mati. Kami minta dipertimbangkan lagi," tutupnya. 

#Cengkeh #Kenaikan Cukai #Petani
Masukkan kata kunci...

Social Links