Keuangan.co

Ekonomi / Jasa Keuangan / Detail Berita

CEO Danamart: Indonesia Butuh 1.000 Fintech Untuk Perluas Akses Keuangan

Penulis : Megel Jekson
24 Juni 2019

Foto: CEO Danamart Patrick Gunadi Saat Diwawancarai Senin (24/6) Siang.

Keuangan.co, Jakarta - Indonesia memerlukan lebih banyak kehadiran penyelenggara teknologi keuangan (Fintech) untuk mendorong perluasan jangkauan akses keuangan. CEO Danamart Patrick Gunadi menyebut Indonesia membutuhkan kurang lebih 1.000 fintech agar agenda perluasan akses keuangan dapat terpenuhi. 

“Dengan jumlah 106 perusahaan, sebenarnya itu masih sedikit. Jika berkaca pada China, dengan penduduk 1 miliar orang, fintech-nya malah berjumlah 4 ribuan. Dengan posisi penduduk Indonesia yang hanya seperempat China, artinya kita masih butuh lebih dari 800-an fintech lending (berdasar data OJK),” ujarnya kepada keuangan.co, Senin (24/6) siang.   

Namun demikian, menurut Patrick, seiring dengan semakin bertambahnya perusahaan fintech, edukasi untuk masyarakat juga perlu ditingkatkan. Masyarakat harus diingatkan untuk mengakses layanan fintech resmi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Publik harus diberitahu akses fintech hanya boleh dilakukan pada penyedia layanan fintech yang resmi terdaftar di OJK. Baik itu sebagai peminjam maupun pemberi investasi alias investor,” jelas dia. 

Agar visi perluasan akses keuangan tercapai, Patrick menambahkan perusahaan fintech sebaiknya juga tidak terpusat di pulau Jawa. Mantan karyawan perbankan ini menyarankan agar siapapun yang berminat berinvestasi di fintech untuk melirik wilayah Indonesia yang lain sebagai area bisnis yang juga menjanjikan.  

“Di luar Jawa, kebutuhan akan akses keuangan ini sebenarnya masih cukup besar. Masih sangat menarik untuk dikembangkan,” tutur Patrick.  

(RH/ FR)

#Fintech #OJK #Danamart
Masukkan kata kunci...

Social Links