Keuangan.co

Berkah Ramadhan / Syiar / Detail Berita

Apakah Diperbolehkan Zakat untuk Beasiswa?

Penulis : Abdulloh Hilmi
06 Juni 2019

Foto: Ilustrasi

Keuangan.co, Jakarta - Pada zaman Rasulullah SAW, tidak ada pemberian beasiswa untuk belajar yang bersumber dari dana zakat. Begitu pula, pada surah Attaubah ayat 60, Allah SWT tidak menyebutkan pemberian beasiswa sebagai salah satu bagian distribusi zakat.

Tidak adanya penyebutan beasiswa bukan berarti zakat tidak boleh didistribusikan untuk beasiswa. Tidak adanya penyebutkan beasiswa, hal ini menunjukkan bahwa zakat untuk beasiswa merupakan permasalahan kontemporer.

Sebagian besar ulama kontemporer membolehkan pemberian beasiswa dari dana zakat. Akan tetapi harus memenuhi beberapa syarat dan ketentuannya.

  1. Sebagian ulama mensyaratkan bidang ilmu yang dipelajari adalah ilmu sya’i. Ulama kontemporer, seperti syaikh Yusuf Al-Qardhawi dan fatwa ulama Saudi Arabia sepakat atas hal ini. Para ulama memasukkan orang-orang yang memperdalam ilmu keislaman dalam kategori fii sabilillah, dengan begitu mereka bisa mendapatkan beasiswa dari dana zakat.
  2. Diperbolehkan memberikan beasiswa dari dana zakat bagi anak-anak tidak mampu atau orang miskin untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Kebutuhan pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia. Syaikh Yusuf Al-Qardhawi mensyaratkan bahwa anak orang miskin tersebut memiliki potensi. Beasiswa ini bisa diambilkan dari dana zakat untuk bagian fakir miskin atau fii sabilillah.
  3. Diperbolehkan memberikan beasiswa bagi orang-orang yang menuntut ilmu –ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupan, seperti: ekonomi, teknologi dan sejenisnya. Akan tetapi, orang yang mendapatkan beasiswa itu adalah orang yang dikaderkan oleh umat Islam. Misalnya, seseorang yang dikaderkan oleh lembaga dakwah atau institusi yang memperjuangkan kehidupan umat Islam. Mereka bisa mendapatkan beasiswa dari saham fii sabilillah.
Tiga hal di atas memberikan gambaran bahwa bila karyawan tersebut adalah aktifis dakwah atau bekerja pada lembaga dakwah yang seluruh aktifitasnya tercurahkan untuk dakwah, ia bisa menerima beasiswa.

Namun bila ia bekerja pada institusi bisnis dan beasiswa itu untuk meningkatkan karirnya serta manfaatnya kembali kepada institusi bisnis tersebut, menurut hemat saya tidak bisa menerima beasiswa dari dana zakat.

Sebab, sulit untuk memposisikan karyawan tersebut sebagai orang fii sabilillah. Sebab, para ulama membolehkan beasiswa bagi pelajar atau mahasiswa melalui dua hal: fakir miskin dan fii sabilillah. Maka, orang-orang yang berada pada dua posisi tersebut dapat mendapatkan beasiswa dari dana zakat.

Itulah penjelasan tentang dana zakat untuk beasiswa. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

(Sumber: Dompet Dhuafa)

#Berkah Ramadhan #zakat #dompet Dhuafa
Masukkan kata kunci...

Social Links