Keuangan.co

Internasional / Politik / Detail Berita

Pengadilan Tinggi Venezuela Tuduh Banyak Anggota Parlemen Lakukan Pengkhianatan

Penulis : Megel Jekson
15 Mei 2019

Foto: Anggota Parlemen Winston Flores (Venezuelaunida)

Keuangan.co, Caracas - Pengadilan tinggi Venezuela menuduh 4 anggota parlemen yang berasal dari kelompik oposisi melakukan pengkhianatan pada Selasa (14/5) kemarin. Tuduhan itu menyusul tuduhan serupa terhadap 10 anggota parleman pada bulan ini dan membuat krisis politik negara Amerika Selatan tersebut semakin dalam.

Mahkamah Agung dalam sebuah pernyataan yang ditampilkan di halaman Facebook menuduh anggota parlemen Carlos Paparoni, Miguel Pizarro, Franco Casella dan Winston Flores melakukan pengkhianatan dan menghasut pemberontakan. Tuduhan itu menandai upaya terakhir penumpasan sekutu pemimpin oposisi Juan Guaido setelah upaya yang gagal untuk memicu pemberontakan militer pada bulan April.

“Ini hanya memberi kita lebih banyak kekuatan. Kami tahu mereka akan melanjutkan proses mencoba menghancurkan Majelis Nasional,” kata Flores kepada Reuters. Flores juga menyebut tuduhan Mahkamah Agung tersebut sebagai “perintah tidak sah dari sang diktator”.

Minggu lalu, 1 anggota parlemen oposisi ditangkap dan beberapa mengungsi di kedutaan asing di Caracas. Sebagian mereka akhirnya melarikan diri dari negara itu setelah tuduhan serupa dari pengadilan.

Flores mengatakan dirinya juga akan melakukan perjalanan darurat ke Uruguay untuk mengecam gelombang tuduhan terhadap anggota parlemen Venezuela. Flores akan pergi menuju parlemen blok perdagangan Mercosur, di mana ia juga menjadi wakilnya di Montevideo.

Dalam sebuah tweet-nya, Pizarro menyebut putusan pengadilan itu sebagai “hukuman ilegal yang hanya bertujuan menimbulkan rasa takut untuk membungkam kita”. 

Para pemimpin oposisi dalam beberapa pekan terakhir menyebut tuduhan semacam itu sebagai upaya Partai Sosialis yang berkuasa untuk menutup badan Legislatif. Pemerintahan Trump bahkan sangat mengutuk penahanan Edgar Zambrano, Wakil Presiden legislatif yang terjadi di bulan ini.

 

Manuver Oposisi

Guaido, pemimpin oposisi yang mengontrol Majelis pada Januari lalu meminta konstitusi Venezuela untuk menjadi Presiden sementara, dengan alasan terpilihnya kembali Maduro pada 2018 lalu tidak sah. Guaido bahkan mengatakan lebih dari 50 negara telah mengakui dia sebagai pemimpin negara yang sah, dan menganggap majelis tersebut adalah lembaga demokrasi terakhir yang tersisa di Venezuela.

“Ini adalah kediktatoran yang mengejar orang-orang yang tak tidak setuju (berbeda pendapat), dan kami berjuang untuk perubahan politik,” kata anggota parlemen Juan Pablo Guanipa kepada Reuters, merujuk pada pemblokiran parlemen.

Sesi rapat hari Selasa lalu awalnya dijadwalkan pukul 10 pagi (1400 GMT), namun sayangnya tidak pernah dimulai. Para anggota parlemen justru diatur untuk membahas tuduhan terhadap rekan-rekan mereka dan penangkapan Zambrano

Kementerian Informasi Venezuela, yang menangani media atas nama pemerintah, tidak menanggapi komentar tentang aksi sejumlah pasukan keamanan yang memblokir pintu masuk ke parlemen. Maduro bahkan secara terbuka menyebut Guaido, boneka Amerika Serikat yang berusaha menggulingkannya dalam kudeta.

Pemerintah mempreteli sebagian besar kekuatan majelis (Kongres) setelah oposisi berhasi memenangkan mayoritas pemilu 2015. Anggota parlemen yang setia pada Maduro umumnya tidak menghadiri sesi rapat, tetapi pergi ke pertemuan Majelis Konstituante, sebuah badan legislatif yang dibuat pada tahun 2017 dan bertempat di gedung yang sama.

Majelis Konstituante dikendalikan oleh Partai Sosialis yang berkuasa dan kekuasaannya menggantikan orang-orang dari Majelis Nasional.

Pasukan keamanan sebelumnya mencegah anggota parlemen memasuki gedung parlemen Selasa kemarin, dan mengatakan mereka sedang menyelidiki kemungkinan adanya alat peledak di dalam gedung.

Anggota parlemen dari kelompok oposisi Jorge Millan mengatakan kepada wartawan bahwa laporan “bom” di gedung itu, salah. “Ini adalah trik untuk mencegah parlemen berfungsi hari ini. Jika kita tidak memiliki sesi rapat hari ini, maka kita akan melakukannya besok,” ujarnya.  

(Reuters)

#Venezuela #Chaos #Maduro #Trump #Guaido #Amerika
Masukkan kata kunci...

Social Links