Keuangan.Co

Internasional / Peristiwa / Detail Berita

Sri Lanka Blokir Sosial Media Usai Masjid dan Toko Muslim Diserang

Penulis : Megel Jekson
13 Mei 2019

Foto: Ilustrasi (Pixabay)

Keuangan.co, Colombo - Sri Lanka memblokir sementara waktu beberapa jaringan media sosial dan aplikasi pengiriman pesan, termasuk Facebook dan WhatsApp, Senin (13/5) setelah masjid dan toko milik Muslim diserang sejumlah orang, usai tragedi bom Paskah yang dilakukan kelompok militan, April lalu. 

Belasan orang melemparkan batu ke masjid-masjid dan toko-toko milik Muslim. Seorang pria bahkan dipukuli di pantai barat kota Chilaw pada hari Minggu kemarin,  lantaran perselisihan yang bermula dari Facebook, kata beberapa sumber kepada Reuters.

Pihak berwenang mengatakan mereka menahan seorang pengguna Facebook yang diidentifikasi sebagai Abdul Hameed Mohamed Hasmar yang berusia 38 tahun dan membuat komentar: “1 hari, kalian akan menangis”. Menurut penduduk setempat, komentar ini ditafsirkan sebagai sebuah ancaman kekerasan.

Pihak berwenang juga menangkap sebuah kelompok di daerah Kuliyapitiya dan Dummalasuriya pada hari Minggu dan Senin pagi, karena diduga sebagai penyerang toko-toko milik Muslim.

Rekomendasi

Juru Bicara Militer Sri Lanka, Sumith Atapattu mengatakan orang-orang di daerah itu kemudian menuntut para pria yang ditangkap untuk dibebaskan.

“Untuk mengendalikan situasi, jam malam diberlakukan pada malam hari,” kata Atapattu.

Gejolak kekerasan mulai terjadi di Sri Lanka, setelah tiga minggu lalu pelaku pemboman meledakkan diri di empat hotel dan tiga gereja, serta menewaskan lebih dari 250 orang.

Sejak itu, kelompok-kelompok Muslim Sri Lanka mengatakan mereka telah menerima puluhan keluhan dari orang-orang yang dilecehkan di seluruh negeri. Sementara itu, komunitas lain justru mengatakan mereka takut pemerintah Sri Lanka gagal menindaklanjuti peringatan berturut-turut tentang ancaman serangan teror dan belum menangkap semua potensi kelompok militan.

Pemerintah Sri Lanka mengaku telah melarang sementara penggunaan media sosial dalam upaya untuk membatasi informasi dan rumor yang salah.

“Media sosial diblokir lagi sebagai langkah sementara untuk menjaga perdamaian di negara ini,” ujar Nalaka Kaluwewa, Direktur Jenderal Departemen Informasi Pemerintah kepada Reuters. 

Bentrokan hebat sempat pecah minggu lalu di Negombo, antara Muslim dan Kristen usai berselisih dalam lalu lintas. Pemerintah kemudian memberlakukan larangan penggunaan media sosial setelah bentrokan itu.

(Reuters)

#SriLanka #Terorisme #SosialMedia #Facebook #Hoax
Masukkan kata kunci...

Social Links