Keuangan.co

Internasional / Politik / Detail Berita

Setahun Pemerintahan, Mahathir Evaluasi Capaian Koalisi Pakatan Harapan

Penulis : Megel Jekson
11 Mei 2019

Foto: Perdana Menteri Mahathir Mohamad

Keuangan.co, Putrajaya - Mahathir Mohamad terus mempertahankan narasinya tentang komitmen pemerintahannya dalam memetakan arah Malaysia Baru. Meskipun demikian, Mahathir tetap mengakui sejumlah kemunduran yang disebutnya berasal dari masalah pemerintahan sebelumnya.

Dalam peringatan satu tahun pemerintah Pakatan Harapan, pria 93 tahun itu secara tegas menguraikan kisah sukses partainya yang tengah berkuasa, yang mencakup prestasi dalam memberantas korupsi dan pengangkatan tokoh perempuan dalam posisi-posisi penting. Misalnya yang terbaru adalah pengangkatan Maimun Tuan Mat sebagai Hakim Agung Malaysia.

Secara statistik, kinerja pemerintah didasarkan pada 464 inisiatif yang dirancang sebagai kebijakan dan tindakan yang diumumkan pada manifesto Pakatan Harapan dalam Pemilihan Umum ke-14 kemarin.

“53 inisiatif atau 11,42 persen telah dipenuhi dari 128 inisiatif. Sementara 283 inisiatif atau 60,99 persen masih berada pada tahap perencanaan atau belum dimulai. Prestasi ini menunjukkan peningkatan 29,34 persen dibandingkan dengan 9,67 persen pada 31 Desember tahun lalu,” kata Mahathir setelah mempresentasikan laporan tentang pemerintahannya di Putrajaya International Convention Center, Jum’at (10/5) kemarin. 

Di antara langkah-langkah pertama yang diambil adalah penyelidikan langsung dan penegakan hukum skandal Bhd 1Malaysia Developmentaldan pengembalian keuangan negara dan praktik-praktik kelembagaan yang baik seperti di Tabung Haji dan Otoritas Pengembangan Tanah Federal.

Pemerintah bertekad memerangi korupsi dan membentuk badan-badan integritas dan anti-korupsi, seperti Pusat Nasional untuk Pemerintahan, Integritas dan Anti-Korupsi, yang bekerjasama dengan pemerintah negara bagian dalam pelaksanaan Rencana Anti-Korupsi Nasional.

Mahathir kemudian mengatakan: “Pakatan Harapan mengadopsi aturan hukum dan (menghormati) pemisahan kekuasaan - eksekutif, legislatif dan peradilan”. 

Dalam nada yang sama, ia tetap menyesalkan kekeliruan pendahulunya, Najib Razak. Meskipun Najib terus eksis di media sosial dan ruang publik, Mahathir tetap mengingatkan banyak orang bahwa kesalahan Najib adalah penyebab hambatan  pembangunan nasional saat ini dan upaya memenuhi janji pemerintah.

Mahathir pun mengatakan orang-orang kini tidak lagi terpukau oleh cerita tentang dugaan pelanggaran pemerintahan sebelumnya.

“Meskipun kami bosan (dengan cerita-cerita seperti itu), faktanya tetap bahwa kesalahan yang dilakukan pemerintahan Najib telah menjadi masalah dalam pengembalian institusi nasional dan kesejahteraan rakya,” tambahnya.

Namun demikian, perubahan tetap menjadi tantangan bagi Pemerintahan Mahathir, utamanya dalam mengubah undang-undang kontroversial, seperti yang berkaitan dengan hukuman mati dan berita palsu.

“Misalnya, undang-undang tentang berita palsu telah ditangguhkan sambil menunggu pencabutan. Media juga telah diberi kebebasan penuh dalam reportase, tanpa harus menunggu instruksi dari Putrajaya seperti sebelumnya,” sambung dia. 

Terhadap kondisi ekonomi yang fluktuatif, ia meredakan kekhawatiran perlambatan yang diklaim sejumlah pihak, dengan mengatakan investor global menaruh harapan tinggi pada stabilitas politik negara dan ketiadaan praktik kleptokratis.

Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi di level 4,7 persen, Mahathir menegaskan kembali bahwa kemajuan yang konsisten mencerminkan peningkatan kepercayaan di kalangan investor.

Dia berkeyakinan tujuan kemakmuran bersama pemerintahan Pakatan Harapan akan mengarah pada pertumbuhan yang adil dan merata di semua kelompok masyarakat.

Namun, Mahathir tetap menyesalkan model ekonomi lama yang digunakan dalam satu dekade terakhir, yang katanya hanya berfokus pada peningkatan utang, proyek-proyek besar, perluasan tenaga kerja berketerampilan rendah, perpindahan kepemilikan modal nasional ke tangan asing dan pertumbuhan ekonomi yang berpusat pada beberapa kota-kota utama di Malaysia.

“Penghasilan tinggi tidak berarti Anda kaya. Kenyataannya, meskipun produk domestik bruto dan pendapatan nasional telah meningkat, namun manfaatnya tidak dirasakan oleh rakyat. Ini karena produktivitas tetap stagnan, tetapi biaya produk dan layanan meningkat,” ujarnya. 

Dan terlepas dari kegagalannya untuk mencapai dukungan mayoritas dua pertiga dalam mengubah Konstitusi Federal untuk mengembalikan status Sabah dan Sarawak dan wilayah regional lain, dia mengatakan Pakatan Harapan tetap yakin bahwa upaya untuk mengembalikan kembali Perjanjian Malaysia 1963 akan terus berlangsung.

Mahathir pun menyatakan rasa terima kasihnya karena masih bisa menjadi Pemimpin Malaysia, meskipun usianya sudah lanjut. Pemimpin uzur ini puas pemindahan kekuasaan setelah kemenangan Pakatan Harapan pada 9 Mei tahun lalu, berjalan dengan damai.

(The New Straits Times)

#Malaysia #Mahathir #PakatanHarapan #Najib
Masukkan kata kunci...

Social Links