Keuangan.co

Tekno / Sains / Detail Berita

Serius Garap Mobil Listrik, Nissan Pertimbangkan Produksi Bersama Mitsubishi di Indonesia

Penulis : Ari Syaputra
12 Maret 2019

Foto: Yutaka Sanada, Wakil Presiden Regional Dan Kepala Asia & Ocean Nissan Motor Co

Keuangan.co, - “Kami tidak hanya ingin mengimpor mobil listrik (Electric Vehicle – EV) dari negara lain. Untuk memproduksi sendiri di Indonesia sangat penting,” jelas Yutaka Sanada, Regional Senior Vice President and Head of Asia & Oceania, Nissan Motor Co., ketika berdiskusi dengan OTO.com di Hong Kong.

Kalimat itu, terus terngiang di telinga kami. Maklum, keseriusan menggarap kendaraan listrik bahkan sampai lokalisasi produksi, masih jarang terdengar. Sungguh sebuah janji yang sangat manis. Memang, beberapa waktu lalu, Hyundai sempat menjanjikan  hal yang sama bersama Grab. Namun nuansa berbeda disajikan oleh Nissan. Mereka menunjukkan model yang siap mereka rilis tahun depan, Leaf. Bahkan jenis teknologi yang lebih realistis untuk digunakan tanpa infrastruktur berlebih juga disiapkan, e-Power.

Faktanya, Indonesia memang punya potensi besar untuk perkembangan industri otomotif. Penjualan tiap tahunnya tembus satu juta unit kendaraan. Bahkan dari seluruh negara di Asia Tenggara, Indonesia-lah yang berkontribusi terbesar. Ditambah rasio kepemilikan mobil masih sangat rendah. Ini tentu menjadi daya tarik bagi pabrikan mobil untuk menggarap pasar Tanah Air. Nissan salah satunya.

Merek yang berasal dari Yokohama, Jepang ini, nampak serius mempertimbangkan investasi untuk memproduksi mobil listrik. Walau tak menyebut berapa nominal yang ingin ditanamkan di Indonesia, namun mereka optimis mampu memberikan yang terbaik. “Menurut saya, lokalisasi dilakukan bukan hanya demi memenuhi kriteria yang dibutuhkan pemerintah, saya pikir tanpa berkontribusi dengan industri lokal, kami tak akan mampu bertahan,” imbuh Sanada.

Ia bahkan menjabarkan potensi pemanfaatan aliansi Nissan-Mitsubishi untuk proyek ini. “Kami terus mempertimbangkan membuat e-Power di Indonesia. Beberapa teknologi bisa dibagi produksinya di beberapa negara. Mitsubishi juga aliansi kami. Kerjasama dengannya bisa dipikirkan, kami sedang mempelajarinya,” tutur Sanada. Untuk diketahui, pria ramah ini memang paham betul bagaimana memaksimalkan kerjasama antar-dua merek. Ia sudah terlibat dalam aliansi bahkan sejak Nissan dan Mitsubishi masih dalam proyek kerjasama Kei Car di masa lampau.

Ektrifikasi dan e-Power bagi Nissan, merupakan sebuah langkah besar sebagai strategi jangka menengah mereka di era ini. Lokalisasi produksi di Indonesia jadi wahana untuk mewujudkan misi mereka. Melihat bagaimana perkembangan mobil listrik dengan merek sebesar Nissan sebagai salah satu pelaku aktifnya, tentu menarik. Merek asal Jepang lainnya, pastilah tak tinggal diam.

“Kami percaya diri. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah juga terus berlangsung intensif. Memang kami perlu menunggu. Namun meski dalam situasi ini, kami akan menemukan solusinya. Pergerakan dari kompetitor sangat kami nantikan. EV memang bukan pilihan utama untuk saat ini, namun selangkah demi selangkah, dengan penetrasi yang sama dari kompetitor, EV bisa sangat berkembang,” tutup Sanada.

#Techno #otomotif #sains #nasional #indonesia
Masukkan kata kunci...

Social Links